SURABAYA – Suasana penuh warna menyelimuti halaman SMP Gema 45 Surabaya pada Jumat, 10 April 2026. Ratusan siswa kelas 9 tumpah ruah mengenakan pakaian adat dari berbagai penjuru Nusantara dalam acara Gelar Karya Ko-Kurikuler dengan tema besar "Bhinneka Tunggal Ika: Keindahan dalam Keberagaman".
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pembelajaran kokurikuler yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan rasa cinta tanah air kepada para siswa tingkat akhir sebelum mereka menyelesaikan masa studinya di bangku SMP.

Halaman sekolah disulap menjadi deretan anjungan budaya. Setiap kelas mendapatkan tantangan untuk merepresentasikan satu provinsi atau daerah tertentu di Indonesia melalui tiga aspek utama:
Replika Rumah Adat: Para siswa memamerkan kreativitas mereka dengan membangun miniatur rumah adat menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti bambu, stik es krim, hingga kardus bekas. Detail arsitektur seperti Rumah Gadang, Joglo, hingga Honai terlihat berdiri megah di setiap sudut stan kelas.
Sajian Kuliner Khas: Pengunjung tidak hanya dimanjakan secara visual, tetapi juga melalui cita rasa. Setiap kelas menyajikan masakan khas daerah yang ditampilkan.
Pentas Seni Tari: Di panggung utama, riuh rendah tepuk tangan penonton mengiringi penampilan tari tradisional. Gerakan gemulai hingga hentakan dinamis dibawakan dengan apik oleh para siswa kelas 9, menunjukkan dedikasi mereka dalam berlatih selama beberapa minggu terakhir.
Kepala SMP Gema 45 Surabaya menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar pameran seni, melainkan wadah untuk mengasah kerja sama tim (gotong royong) dan pemahaman mendalam tentang identitas bangsa.

Dengan suksesnya acara ini, SMP Gema 45 Surabaya membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Tulis Komentar